Begini Cara Ajukan Kredit Pemilikan Apartemen

Apartemen merupakan hunian vertikal yang digandrungi kalangan milenial. Namun seiring meningkatnya harga tanah dan rumah petak, apartmen kini digandrungi banyak kalangan hingga anak muda pekerja profesional lebih memilih tinggal di hunian seperti ini dibandingkan harus membayar lebih mahal harga rumah petak.

Ada banyak alasan mengapa mereka melakukan hal ini. Selain harga, faktor menarik lain menjadi bahan pertimbangan bahwa tempat tinggal seperti inilah yang memberikan kenyamanan cek sewa apartemen jakarta selatan.

Dengan semua kemudahannya, apartemen menjadi jenis hunian yang banyak diincar mulai dari karyawan, mahasiswa/i, pasangan yang baru menikah hingga mereka yang masih single. Namun bagi mereka yang memiliki keterbatasan finansial untuk mendapatkan hunian vertikal tidaklah mudah. Karenanya muncul sebuah produk perbankan baru yaitu Kredit Pemilikan Apartemen atau KPA.

Pertanyaannya saat ini adalah baaimana cara mengajukan Kredit Pemilikan Apartemen? apa saja persyaratan yang harus dipenuhi? Berikut Cara Ajukan Kredit Pemilikan Apartemen

Persyaratan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA)

Persyaratan untuk Karyawan atau Pegawai

Apabila Anda seorang karyawan atau pegawai di sbuah perusahaan, berikut persyaratan umum untuk pengajuan Kredit Pemilikan Apartemen untuk Anda:

  1. Fotokopi KTP Suami/Istri.
  2. Fotokopi Kartu keluarga (C1) dan Surat Nikah.
  3. Fotokopi NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).
  4. Pas foto Suami/Istri ukuran 3×4 cm.
  5. Fotokopi SK Terakhir/Surat keterangan kerja Asli.
  6. Fotokopi Buku Tabungan/Rekening Koran 3 bulan terakhir.
  7. Slip Gaji (asli, dengan stempel kantor/perusahaan).
  8. Surat Keterangan Penghasilan (jika diperlukan).
  9. Surat keterangan Belum Punya Rumah (untuk ukuran apartemen bersubsidi).

Persyaratan untuk Wiraswasta atau Profesional

Jika Anda berstatus sebagai wiraswasta atau profesional, syarat yang akan didbenakan pada umumnya adalah:

  1. Fotokopi KTP Suami/Istri.
  2. Fotokopi NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).
  3. Fotokopi Kartu Keluarga (C1) dan Surat Nikah.
  4. Fotokopi Izin Praktik atau Akta.
  5. Fotokopi SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan).
  6. Laporan Keuangan.
  7. Fotokopi Buku Tabungan atau Rekening Koran 3 bulan.
  8. Slip Gaji (Asli, dengan stempel kantor/perusahaan).
  9. Surat Keterangan Belum Punya Rumah (untuk apartemen bersubsidi) yang dikeluarkan oleh lurah setempat.
  10. Surat Keterangan ini dikeluarkan oleh lurah setempat.

Persyaratan Tambahan

Selain persyaratan umum atau formal yang telah disebutkan, diberlakukan persyaratan lain yang perlu Anda ketahui dari bank tanpa memberitahukannya kepada nasabah, yaitu:

  1. Tidak termasuk dalam daftar hitam (blacklist) Bank Indonesia.
  2. Memiliki riwayat kredit yang baik.
  3. Lebih disukai calon debitur yang memiliki tabungan atau rekening koran di bank terkait.
  4. Mengapa? Hal ini memudahkan mereka menggali data keuangan calon nasabah.
  5. Lebih disukai calon debitur yang transaksi masuk dan keluar uangnya menggunakan bank terkait.
  6. Bank menyukai calon debitur yang kooperatif.
  7. Lebih disukai nasabah yang usianya masih muda dan tingkat penghasilannya cenderung naik dari waktu ke waktu.

Cara Mengajukan KPA

Sebenarnya priosedur pengajuan KPA atau Kredit Pemilikan Apartemen tidak berbeda jauh dengan KPR atau Kredit Pemilikan Rumah. Jika sudah melengkapi beberapa persaratan dan dokumen, Anda perlu melengkapi menjadi dua rangkap untuk kebutuhan pengajuan bank dan untuk arsip pribadi.

Jika sudah mengajukan ke bank, anda akan diminta untuk mengisi formulir pengajuan.

Kemudian Anda tinggal menunggu hasil keputusan oleh bank karena mereka akan melakukan penilaian apakah persyaratan sudah lengkap atau belum dan menunggu persetujuan serta dilakukan akad di depan notaris termasuk proses pembayarannya.

Namun sebaiknya sebelum mengajukan KPA, Anda perlu mengenal berbagai jenis bunga dan cara perhitungannya agar bisa dipahami sebelum pengambilan keputusan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*